http://jadibijak.blogspot.com/ Blog ini merupakan tempat saya berbagi artikel, cerita dan kisah yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca karena dengan membaca akan membuka cakrawala pikiran dan pandangan untuk menjadi bijak. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Memberkati!
Curahan hati Mark Zuckerberg
MENJAWAB PERTANYAAN MENGAPA SAYA MEMPERISTRI SEORANG WANITA BERPARAS TIDAK CANTIK?
Saya, Mark Zuckerberg dari Facebook. Saya adalah orang yang diberitakan sebagai seorang anak muda kaya raya yang tidak punya berita gosip, seseorang yang sangat mencintai istri, dan si Mark yang mempunyai tampang baby face. Hari ini saya ingin menggunakan waktu beberapa menit untuk ngobrol dengan teman2 di Cina, istilah kalian 'Curhat'.
Sama halnya pada awal tahun ini saya pidato di Beijing Qing Hua University, saya berusaha semaksimal mungkin menggunakan bahasa Mandarin. Namun karena keterbatasan kemampuan bahasa Mandarin saya, saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan berusaha berbicara sebaik mungkin.
Kemarin dulu saya baru menjadi seorang ayah, teman2 seluruh dunia menyampaikan ucapan selamat kepada saya dan kami sekeluarga, saya sangat terharu, namun tidak sedikit teman Chinese yang menyampaikan kecurigaan mereka, utamanya dua pertanyaan tsb:
1. Mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik?
2. Mengapa saya menyumbangkan harta/saham facebook saya sebesar USD 45 Miliar, apakah untuk menghindari pajak?
Teman2 saya menganjurkan saya tidak usah menjawab pertanyaan2 yang beredar. Bill Gates, penyanyi terkenal Shakira, dan teman2 saya berpendapat tidak perlu menjawab pertanyaan2 tsb.
Saya mengerti pemikiran mereka, menggunakan perumpamaan yang digunakan filsuf terkenal China Zhuang Zi, yaitu 'Kodok di dasar sumur tidak bisa diibaratkan sebagai laut, ulat di musim panas tidak bisa diibaratkan sebagai es'.
Mereka juga katakan, cara Anda memandang dunia, dunia seperti itulah yang Anda lihat. Anda yang tidak percaya keindahan dunia, dengan sendirinya Anda tidak akan memiliki keindahan dunia.
Banyak Chinese yang mempunyai berbagai modus, mirip banyak rumput belukar di dalam hatinya, mereka enggan membuka hati agar bisa menerima sinar matahari yang begitu elok.
Mereka (teman2 saya) bukan meremehkan kalian, hanya khawatir. Saya berpikir walaupun saya jelaskan kalian juga tidak mengerti atau mungkin tidak mau mengerti. Dengan demikian saya menjadi orang idiot, selain membuang waktu dan pikiran juga membuat mulut kering saja.
Saat ini, zaman internet, walapun ulat musim panas belum pernah merasakan musim dingin, kita bisa menggunakan teknologi masa kini membuat mereka merasakan musim dingin, begitupun kodok yang belum pernah melihat lautan, kita mampu membuat mereka merasakan seperti apa lautan. Saat ini berbagai hal dapat diwujudkan dengan teknologi.
Untuk itu saya putuskan menjawab dua pertanyaan kalian. Sekaligus menjawab lebih banyak pertanyaan kalian, umpamanya, mengapa saya tidak membeli mobil mewah, dan juga mengapa selalu hanya memakai T-shirt yang sama.
Tahun ini saya bertemu Ibu Negara kalian saat mengunjungi Amerika, saat itu saya ngobrol dengan Jack Ma/Ma Yun (Pendiri/Pemilik Alibaba) dan Pony Ma/Ma Hua Teng (Pendiri/Pemilik Tencent/QQ/We Chat) perihal mengapa saya menikahi seorang wanita tidak berparas cantik. Saat itu saya belum menyumbangkan harta/saham Facebook saya, jadi belum waktunya menilai sumbangan itu untuk menghindari pajak atau bukan.
Saya hanya perjelas duduk persoalan, tapi bukan memberi penjelasan. Saya tidak perlu memberi penjelasan hal2 pribadi saya. Namun saya tidak bisa menahan diri menjelaskan kepada Jack Ma dan Pony Ma perasaan dan pemikiran saya.
Entah, mereka berdua mengerti tidak apa yang telah saya sampaikan. Saya menduga mereka belum sepenuhnya mengerti. Namun tidak apa2, saya akan mengulangi menjelaskan dengan detail kepada teman2 di Cina yang bersimpati kepada saya.
Saya tidak tahan menutupi kegembiraan atas kelahiran puteri saya. Entah kalian mengetahui tidak, sebelumnya, kami mempunyai pengalaman pahit yakni isteri saya mengalami tiga kali keguguran, sebelum ini kami sangat menginginkan mempunyai anak, namun isteri saya mengalami tiga kali keguguran.
Saat Anda mengira segera mendapatkan anak, Anda akan merasakan segalanya penuh harapan. Anda mulai berpikir anak2 akan seperti apa, dan merencanakan segala sesuatu untuk mereka di masa akan datang. Namun kemudian, semuanya tidak terjadi.
Teman2 sekalian!
Apa kalian bisa membayangkan, sebagai seorang ibu lulusan jurusan Kedokteran Harvard University dan seorang ayah yang kaya raya, namun tiga kali gagal untuk memiliki anak. Kalian bisa bayangkan seperti apa perasaan dan pengalam kami? Sebagai pasangan suami isteri pada umumnya, saat ini kami begitu gembira mendapatkan anak dan juga begitu sedih saat dulu kehilangan anak karena keguguran. Kami saling berpelukan, saling mengasihi, saling mendukung, bersama2 melewati masa yang sulit, siang maupun malam.
Pengalaman buruk yang kami alami, umumnya orang tidak akan membicarakan hal keguguran dengan orang luar. Sama halnya Anda mempunyai kekurangan, atau telah melakukan kesalahan yang menyebabkan hal tsb terjadi. Untuk itu Anda cuma bisa menghadapinya sendiri.
Seorang lelaki yang begitu mendambakan menjadi seorang ayah, tapi mengalami tiga kali kegagalan. Namun sekarang mimpi tsb telah menjadi keyakinan, saya sungguh tergugah.. Mohon doakan si kecil Max supaya sehat dan bahagia selalu.
Sekarang saya menjawab pertanyaan kalian. Pertanyaan pertama, mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik?
PERTAMA2 SAYA INGIN MEMBAHAS, APA ITU WANITA CANTIK, APA ITU WANITA TIDAK CANTIK
Saya mempunyai banyak kesempatan bertemu berbagai wanita cantik. Namun, apa yang disebut wanita cantik kebanyakan berhati seperti kaca, jika sakit manjanya seperti seorang putri raja; dan juga penyakit angkuh. Dan juga akan bertanya kepada saya mengapa begitu kaya namun tidak mau berganti mobil? Saya tahu tujuan mereka adalah mau pamer di lingkungan teman.
Wanita demikian walaupun secantik apapun, bila sanubarinya hanya menuntut/meminta, tetap kelihatan jelek, jiwanya juga kotor. Wanita demikian barulah dikatakan sebagai wanita berparas jelek, diberikan gratis pun saya tidak mau.
Kecantikan di luar akan berkurang nilainya seiring bertambahnya usia, namun kecantikan dari dalam akan bertambah nilainya seiring bertambahnya usia. Dalam hal ini para ahli ekonomi di Wall Street pasti mengerti, makanya saya sama dengan mereka, tidak akan bersentuhan dengan benda yang secara cepat turun nilainya.
APA YANG SAYA SUKAI DARI PRISCILLA CHAN ISTERI SAYA?
Raut wajah seorang wanita adalah cermin hati sanubari seseorang, senyumnya memukau selamanya. Sejak hamil, Priscilla sama sekali mengabaikan perubahan yang terjadi pada raut mukanya akibat kehamilannya. Tetap berpakaian sederhana, tanpa dandan, namum kebahagiaannya saya rasakan sepenuhnya dan juga nampak kepada orang lain.
Saya mencintai kesederhanaan Priscilla. Saya mencintai penampilannya: bersemangat namun bijak, berani namun penuh kasih, berjiwa pemimpin namun juga bisa mendukung orang lain. Saya mencintai keseluruhannya. Saat bersamanya, saya merasa sangat nyaman dan santai.
Saya sama sekali tidak merasa Priscilla tersanjung kepada saya. Selain memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, dia juga memiliki kecerdasan emosi/sosial yang tinggi. Jangan lupa bahwa Priscilla adalah lulusan jurusan Kedokteran Harvard University. Anda bisa coba test masuk universitas tsb, jurusan Hukum, Kedokteran, Ekonomi adalah jurusan yang menjadi rebutan orang. Walaupun lulus test masuk belum tentu Anda bisa lulus penuh. Kalau mau dikatakan tersanjung, lebih tepat saya yang tersanjung kepada Priscilla, bukan sebaliknya.
Perkawinan ibarat sepasang sepatu. hanya yang memakainya tahu sepatunya nyaman dipakai atau tidak. Priscilla paling cocok buat saya. Saya dan Priscilla adalah pasangan yang paling ideal di bumi ini. Saya berkenalan dengan Priscilla saat mengantre di toilet. Di mata Priscilla, saya adalah seorang kutu buku. Ini adalah jodoh.
Di mata kalian, Priscilla adalah wanita yang tidak cantik. Namun di mata saya, ia adalah wanita cantik dan paling serasi dengan saya. Saya tidak bisa menahan diri memamerkan foto saya dengan Priscilla yang begitu berbahagia. Dalam foto nampak saya dan Priscilla begitu bahagia, damai, dan alami.
Tips bagi kalian: sebagian wanita hanya melihat keburukan orang lain, tidak melihat kecantikan orang lain. Dengan demikian, kebahagiaan akan meninggalkan kalian, tidak berjodoh. Sebab, apa yang ada dalam hati itulah yang ada dalam kenyataan.
SEKARANG MEMBAHAS TENTANG PENGHINDARAN PAJAK YANG DITUDUHKAN KEPADA SAYA
Kalian berpikir, saya menyumbang USD 45 Miliar apa untuk pamer kekayaan atau menghindari pajak? Apa otak kalian atau otak saya yang bermasalah? Apa yang kami sumbangkan USD 45 Miliar berbentuk saham sebetulnya, bukan nilai sebenarnya. tapi hanya nilai pasar. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah nilainya, ini tergantung pasar yang menentukan.
Dana yang kami sumbangkan untuk digunakan sebagai dana abadi untuk diinvestasikan ke sekolah dan rumah sakit. Saat kelahiran anak kami, kami berkunjung ke rumah sakit, bermaksud untuk bisa ikut berkontribusi dalam dunia pengobatan.
Seiring perkembangan teknologi yang maju pesat, kami sungguh berharap 100 tahun mendatang. Hampir semua penyakit dapat dicegah dan diobati. Saat ini, kebanyakan manusia meninggal akibat penyakit jantung, kanker, stroke, dan penyakit menular lainnya. Diharapkan berbagai penyakit tsb dapat teratasi dengan lebih cepat. Saat menyadari anak kami dan banyak anak lainnya berkemungkinan bisa menghindari berbagai penyakit, kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkan impian itu. Saya tegaskan sekali lagi, saya dan isteri saya akan berkontribusi semaksimal mungkin untuk tujuan tsb.
Di Silicon Valley, "Mengubah Dunia" kata itu bukan hanya sebuah slogan. Ia merupakan sebuah keyakinan dan kekuatan. Mimpi kami berharap melalui usaha keras kami untuk memperbaiki kualitas pendidikan, pengobatan, integrasi dunia, untuk disumbangkan kembali ke masyarakat, mengubah dunia. Membangun suatu dunia yang lebih baik untuk semua umat manusia.
Teman2 sekalian, kami sedang melakukan upaya "Change The World", apa yang telah kalian lakukan? Saya mendengar di antara kalian banyak mengeluh, saya ingin katakan bahwa tidak ada artinya mengeluh, tindakanlah yang lebih bermakna.
Saya dan Priscilla menyumbangkan 99% saham kami di Facebook, mendekati semua saham milik kami, apa kalian masih menganggap yang kami lakukan untuk menghindari pajak? Apa masih ada maknanya menghindari pajak? Banyak teman2 di China yang kaya raya, mengapa mereka tidak ikut menyumbangkan 99% harta mereka untuk menghindari pajak?
LALU, TENTANG BAJU DAN MOBIL APA YANG SAYA PAKAI
Betul, sepanjang tahun saya memakai T-shirt abu2 dan mobil yang sangat sederhana. Saya tegaskan, saya bukan orang yang berhari2 tidak ganti baju. Namun, saya membeli banyak T-shirt berwarna abu2. Saya berusaha menjalani hidup ini sesederhana mungkin, supaya menghemat pikiran dan waktu memutuskan berbagai hal yang tidak penting. Sebab memilih memakai pakaian, makan pagi, dan berbagai hal kecil itu menyita cukup banyak waktu dan pikiran. Saya tidak ingin membuang waktu hanya untuk hal2 kecil tsb, sehingga saya bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.
Saya memiliki tiga buah mobil, satu Toyota seharga USD 16 ribu, VW golf seharga USD 18 ribu dan Chevrolet TSX seharga USD 30 ribu. Setelah Facebook go public, saya ganti VW GTI seharga USD 30 ribu. Saya berpendapat, mobil hanya sebuah alat transportasi, tidak perlu yang mahal2.
Saya tidak memakai berbagai barang branded, yang penting saya merasa nyaman. Mengapa butuh barang2 yang berlebihan? Kalau yang menyangkut kebutuhan berlebihan, justru otak, perasaan sendiri lebih butuh diutamakan.
Kata bijak Chinese zaman dulu, 'Manusia harus menaklukkan benda bukan ditaklukkan benda". Maksudnya adalah, berbagai materi kehidupan untuk digunakan/dikendalikan manusia, bukan sebaliknya. Saya sangat setuju dengan pemikiran tsb.
Saya sangat salut ucapan yang pernah diucapkan Mandela, yaitu 'Jiwa saya adalah pemimpin saya, nasib saya dikendalikan oleh diri saya sendiri'. Makanya saya tidak gila branded, tidak ada manfaatnya dan sangat tidak masuk akal.
Apa yang ada dalam hati itulah kenyataan yang ada di dunia. Percayalah bahwa dunia ini adalah alam semesta yang indah, jika Anda tidak percaya, Anda tidak akan bisa memiliki dunia/alam semesta yang indah. Tidak akan memiliki kehidupan yang indah dan penuh kedamaian. Hal tsb di atas merupakan keyakinan saya dan Priscilla.
Akhir kata, bila ada yang tidak berkenan, mohon petunjuk! Anda bisa tinggalkan pesan untuk saya. Terima kasih telah luangkan waktu mendengar yang saya sampaikan.
Terima kasih.
Salam,
Mark Zuckerberg
Sumber: Artikel Buddhis
Menghargai Jasa Orang Lain dimasa lalu
Suatu hari seorg Menteri membuat keputusan salah & murkalah Raja. Maka diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing2 ganas itu.
Menteri berkata: "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi Paduka tega menghukumku begini. Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja".
Sang Raja pun mengabulkannya.
Sang Menteri bergegas menuju kandang anjing² tsb & meminta izin kepada penjaga utk mengurus anjing²nya.
Ketika ditanya utk apa? Maka dijawab: "Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu''. Karena penjaga mengenal sang Menteri, maka ia pun diizinkan.
Selama 10 hari itu sang Menteri memelihara, mendekati, memberi makan bahkan akhirnya bisa memandikan anjing² tsb hingga menjadi sangat jinak padanya.
Tibalah waktu eksekusi. Disaksikan Raja, sang Menteri pun dimasukkan ke kandang anjing, ... tetapi Raja kaget saat melihat anjing² itu justru jinak padanya.
Maka dia bertanya, apa yg telah engkau lakukan pada anjing² tsb ?!
Jawab Menteri: "Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari & mereka tdk melupakan jasaku.
Terharulah sang Raja, meleleh airmatanya lalu dibebaskanlah sang Menteri dari hukuman & dimaafkan.
---------
Sepenggal hikmah :
Jangan mudah melupakan, terlebih mengingkari kebaikan2 yg kita terima dari org² terdekat kita, hanya krn kejadian sesaat yg tdk mengenakkan.
Jgn mudah menghapus kenangan yg telah terukir dan persahabatan yg telah terjalin bertahun lamanya hanya krn hal² kecil yg kurang kita sukai darinya saat ini.
Mencari teman itu lebih mudah daripada mendapatkan sahabat.
Jagalah persahabatan yang ada dengan baik karena menjaga persahabatan itu jauh lebih sulit dari mendapatkannya..
Smga kita slalu dpt menghargai karya dan pengabdian teman2 kita dg baik.
Persembahan Janda Miskin
Syalom dan selamat bekerja bagi kita semuanya,
Tepatnya jam 5.45 sebuah renungan dari Radio Pelita Kasih tadi pagi tentang KISAH persembahan sebesar dua peser dari seorang janda miskin (Luk 21:3-4; Markus 12: 41-44)sangatlah fenomenal.
Pertama tentu saja, karena mendapat perhatian khusus dari Tuhan Yesus. Tak biasanya Yesus memperhatikan jumlah persembahan, melainkan kualitasnya. Namun kali ini, dan sekali-kalinya, Yesus membicarakan bukan hanya kualitas pemberian sang janda, tetapi juga kuantitas pemberiannya. Dan ini menjadi pembicaraan terbuka yang dicatat dalam injil.
Yang kedua, adalah jumlah pemberian sang janda yang tak seberapa dalam ukuran pada umumnya. Jumlah yang tak layak untuk jadi topik pembicaraan, baik jumlah yang diberi, maupun orang yang memberi. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan cara gereja masa kini dalam menilai persembahan. Yang dinilai sudah pasti besarnya angka, dan terkenalnya si pemberi. Gereja akan sangat bangga jika orang yang terkenal kaya memberi, dan pemberiannya pun pasti wah. Ini akan menjadi bahan diskusi, seringkali diulangi, bahkan menjadi bahan khotbah. Dan yang pasti lagi, si pemberi dana pasti kebanjiran pujian. Soal kualitas iman yang memberi, seringkali diabaikan. Semua akan menjadi "benar dan baik", asal yang diberi banyak.
Mari melongok persembahan si janda miskin. Sekadar untuk diketahui, 1 peser dalam mata uang Yahudi disebut 1 lepton, mata uang Yunani 1 leptos, dan dalam mata uang Roma 0,5 quadrans, lalu dalam mata uang Amerika sebesar US$ 0.1 sen. Dalam rupiah nilai ini sama dengan Rp 1.500 (dengan asumsi kurs 1 US$ = Rp 15.000,-). Jadi 2 peser berarti sekitar Rp 3.000.- Nilai persembahan sebesar ini jelas tak menarik didiskusikan. Bahkan mungkin ada saja yang sinis berkata, "Itu tak berarti". Tapi bagi si janda miskin, nilai itu amat sangat berarti. Pada masa itu, nilai itu sama dengan upah kerja sehari. Berarti, janda miskin telah memberikan seluruh penghasilannya hari itu, dan seluruh biaya hidupnya sehari.
Inilah yang menarik perhatian Yesus. Bukan saja nilai rupiahnya, melainkan nilai hati yang memberikannya. Nilai rupiahnya memang kecil bagi orang lain yang berpenghasilan besar, tapi bagi janda miskin nilai itu sangat besar. Dia memberikan 100% miliknya, bukan hanya 10% yang disebut sebagai persepuluhan. "Dia memberi dari kekurangannya, seluruh nafkahnya," kata Yesus (Markus 12:44). Dan dia memberikan persembahan dengan sukarela, bukan dengan hitung-hitungan, bahwa itu akan kembali berlipat ganda, atau bahkan 30 kali, 60 kali, atau 100 kali lipat, seperti sikap pemberi persembahan di jaman ini. Sebuah spirit yang sangat luar biasa dan sekaligus langka.
Tak bisa dipungkiri, janda miskin ini, dengan segala keterbatasannya ternyata memiliki pemahaman yang benar dalam beriman. Dia juga jujur pada kedaulatan Allah. Janda miskin ini sangat percaya akan kedaulatan Allah dalam memelihara umat-Nya. Dia percaya Allah tak pernah lalai dalam menjaga, dan juga mencurahkan berkat bagi umat-Nya. Namun dia juga sadar, tidak berarti setiap orang percaya akan hidup kaya raya. Terbukti, janda miskin itu tak pernah menyesali diri sebagai janda, dan juga sebagai orang miskin. Bahkan sebaliknya, dia tetap mampu bersyukur dengan cara yang tepat, memberi apa yang ada, sekalipun setelah itu dia tak punya apa-apa lagi. Tapi Allah selalu memelihara. Dia tetap saja dicatat sebagai janda yang miskin. Dia tak menjadi janda yang kaya hanya karena memberi seluruh hartanya pada Tuhan. Namun ingat sekali lagi, dia tetap hidup penuh rasa syukur, dan sukacita.
Janda miskin ini, tepat seperti apa yang dilukiskan Rasul Paulus tentang kualitas hidup orang percaya (1 Tesalonika 5:16-18). Iman janda miskin yang kaya ini sangat kontras dengan kemiskinan iman orang yang selalu bernafsu akan kekayaan. Dalam memberi, umat masa kini selalu berhitung dengan Allah. Mereka menyebut Allah adalah sumber berkat, bukan karena mensyukuri berkat-berkat Allah yang diterima, melainkan untuk mengeruk berkat itu. Mereka memberi, karena selalu diiming-iming akan mendapat kembali berkatnya berkali lipat. Tampak sangat rakus, karena bukan hanya menuntut 2 kali lipat, melainkan 30, 60 hingga 100 kali lipat. Iman mereka sangat miskin dalam memahami kekayaan berkat Allah. Mereka juga memandang rendah kasih Allah.
Coba renungkan, nilai keselamatan yang Allah berikan (Yohanes 3:16). Ketika kita adalah orang berdosa, upah kita hanyalah maut, ujung jalan kita kebinasaan yang kekal. Tak ada setitik pun harapan. Hingga akhirnya, dalam kegelapan hidup, Yesus Tuhan memberikan nyawa-Nya ganti manusia berdosa. Darah yang suci tertumpah untuk menebus manusia berdosa. Bukankah kita sangat bersyukur, seperti kata Paulus dalam Filipi 1: 21 "Bagiku hidup adalah Kristus (pengabdian, sangkal diri, pikul salib, mengikut Yesus), dan mati adalah keuntungan (bersatu dalam kekekalan)". Bukankah sudah seharusnya setiap orang percaya seperti janda miskin itu, memberi dengan tidak berhitung? Toh, apa yang dimiliki umat adalah anugerah semata. Bukan saja keselamatan, tetapi juga harta benda. Semua harus dikembalikan, dengan dipakai untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Bisa memberi persembahan kepada Tuhan adalah kehormatan, kesempatan mengembalikan berkat yang berasal dari DIA. Bagaimana mungkin kita bisa berhitung? Bukankah itu sangat jahat?
Berbuah 30, 60, 100 kali lipat dalam Alkitab adalah konteks perbuatan baik karena benih yang tumbuh di tanah yang subur. Bahwa Tuhan akan memberkati umat-Nya itu sudah pasti, tapi awas, itu tak selalu materi, bahkan pada umumnya dalam Alkitab, berkat itu kebanyakan tentang rohani. Bahagia umat adalah karena melakukan kehendak Tuhan, bukan karena mendapat segepok uang, ini sangat rendah. Kecuali jika Tuhan itu dianggap memang sekadar sumber uang, seperti Dewa Uang pada konsep agama lain. Itu sebab Alkitab berkata "Adalah lebih berkat memberi daripada menerima". Maka sangat aneh bukan, jika memberi dengan berharap akan menerima, bahkan lebih banyak.
Mari belajar dari kekayaan iman janda yang miskin itu. Jangan terjebak dalam kemiskinan iman gereja masa kini yang hanya berkutat soal harta dalam percaya kepada Allah. Umat yang tak kuat hidup dalam kemiskinan, sehingga selalu mengarang cerita agar dikasihani, dan menerima pemberian. Sebaliknya, jangan juga bersembunyi di balik nama Tuhan, dan menyebut berkat atas uang yang diperoleh dari hasil yang tak jujur. Kasih Allah itu luar biasa, membuat umat mampu hidup dalam situasi apa pun, dan juga mampu memberi apa pun yang ada untuk kemuliaan Allah. Tapi juga sekaligus umat yang tak pernah berhitung, apalagi memakai kata mengkalim janji Allah atas berkat yang memang diminatinya. Seakan ingin memuliakan Allah, namun sejatinya memuaskan diri. Seakan ingin menunjukkan kekuatan iman, namun sejatinya ingin mengatur Tuhan. Di lingkar kemiskinan iman seperti ini, kita dengan mudah akan menemukan para imam yang kaya harta. Imam yang selalu wah, yang berada di atas, yang jauh dari kenyataan hidup umat kebanyakan. Imam yang sangat berbeda dengan Yesus Kristus, yang justru turun dari surga ke bumi, yang kaya (mulia) menjadi miskin (hina).
Semoga kita masih memiliki kekayaan iman yang sejati dan memeliharanya agar jauh dari polusi. Jika kita menyadari itu telah hilang, mari belajar kepada Yesus lewat janda miskin yang kaya iman.
SATAN'S MEETING: (Read even if you're busy)
In his opening address he said,
"We can't keep Christians from going to church."
"We can't keep them from reading their Bibles and knowing the truth."
"We can't even keep them from forming an intimate relationship with their saviour."
"Once they gain that connection with Jesus, our power over them is broken."
"So let them go to their churches; let them have their covered dish dinners, BUT steal their time, so they don't have time to develop a relationship with Jesus Christ.."
"This is what I want you to do," said the devil:
"Distract them from gaining hold of their Saviour and maintaining that vital connection throughout their day!"
"How shall we do this?" his demons shouted.
"Keep them busy in the non-essentials of life and invent innumerable schemes to occupy their minds," he answered.
"Tempt them to spend, spend, spend, and borrow, borrow, borrow."
"Persuade the wives to go to work for long hours and the husbands to work 6-7 days each week, 10-12 hours a day, so they can afford their empty lifestyles."
"Keep them from spending time with their children."
"As their families fragment, soon, their homes will offer no escape from the pressures of work!"
"Over-stimulate their minds so that they cannot hear that still, small voice."
"Entice them to play the radio or cassette player whenever they drive." To keep the TV, VCR, CDs and their PCs going constantly in their home and see to it that every store and restaurant in the world plays non-biblical music constantly."
"This will jam their minds and break that union with Christ."
"Fill the coffee tables with magazines and newspapers."
"Pound their minds with the news 24 hours a day."
"Invade their driving moments with billboards."
"Flood their mailboxes with junk mail, mail order catalogs, sweepstakes, and every kind of newsletter and promotional offering free products, services and false hopes.."
"Keep skinny, beautiful models on the magazines and TV so their husbands will believe that outward beauty is what's important, and they'll become dissatisfied with their wives. "
"Keep the wives too tired to love their husbands at night."
"Give them headaches too! "
"If they don't give their husbands the love they need, they will begin to look elsewhere."
"That will fragment their families quickly!"
"Give them Santa Claus to distract them from teaching their children the real meaning of Christmas."
"Give them an Easter bunny so they won't talk about his resurrection and power over sin and death."
"Even in their recreation, let them be excessive."
"Have them return from their recreation exhausted."
"Keep them too busy to go out in nature and reflect on God's creation. Send them to amusement parks, sporting events, plays, concerts, and movies instead."
"Keep them busy, busy, busy!"
"And when they meet for spiritual fellowship, involve them in gossip and small talk so that they leave with troubled consciences."
"Crowd their lives with so many good causes they have no time to seek power from Jesus."
"Soon they will be working in their own strength, sacrificing their health and family for the good of the cause."
"It will work!"
"It will work!"
It was quite a plan!
The demons went eagerly to their assignments causing Christians everywhere to get busier and more rushed, going here and there.
Having little time for their God or their families and friends.
Having no time to tell others about the power of Jesus to change lives.
I guess the question is, has the devil been successful in his schemes?
You be the judge!!!!!
Does "BUSY" mean: B-eing U-nder S-atan's Y-oke?
Please pass this on, if you aren't too BUSY!
I don't think I know 10 people who would admit they love Jesus.
Do You Love Him?
Sepasang Sepatu
Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, sehingga si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua, "Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?".
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, "Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus. Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:
• Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.
• Saat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.
Kiri-kanan ! kiri-kanan !
• Tak pernah menuntut untuk berganti posisi, namun saling melengkapi.
Yang satu loncat, yang lain mengikuti.
• Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Satu naik tangga, pasangannya mengikuti
• Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
Si Anak muda masih penasaran.
"Tapi bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yang tinggi?".
Si Bapak tersenyum santai. "Ah, Anak muda ketahuilah, "HARTA Cuma TITIPAN. NYAWA Cuma PINJAMAN... TUHAN bisa mengambilnya sewaktu-waktu."
* Renungkanlah: Kehilangan tidak bisa pilih-pilih. Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
Musibah, Rejeki dan Berbuat Salah itu pasti kita alami.
Syukurnya bagi orang beriman diberikan cara menghadapinya.
Dapat Musibah supaya bersabar...
Dapat Rejeki Supaya Bersyukur……
Kebahagiaan
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.
"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."
"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada."
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."
KEBAHAGiAAN itu milik
"Orang-orang yang pandai
BERSYUKUR".
"JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI,
MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI...".