Satan called a worldwide convention of demons.
In his opening address he said,
"We can't keep Christians from going to church."
"We can't keep them from reading their Bibles and knowing the truth."
"We can't even keep them from forming an intimate relationship with their saviour."
"Once they gain that connection with Jesus, our power over them is broken."
"So let them go to their churches; let them have their covered dish dinners, BUT steal their time, so they don't have time to develop a relationship with Jesus Christ.."
"This is what I want you to do," said the devil:
"Distract them from gaining hold of their Saviour and maintaining that vital connection throughout their day!"
"How shall we do this?" his demons shouted.
"Keep them busy in the non-essentials of life and invent innumerable schemes to occupy their minds," he answered.
"Tempt them to spend, spend, spend, and borrow, borrow, borrow."
"Persuade the wives to go to work for long hours and the husbands to work 6-7 days each week, 10-12 hours a day, so they can afford their empty lifestyles."
"Keep them from spending time with their children."
"As their families fragment, soon, their homes will offer no escape from the pressures of work!"
"Over-stimulate their minds so that they cannot hear that still, small voice."
"Entice them to play the radio or cassette player whenever they drive." To keep the TV, VCR, CDs and their PCs going constantly in their home and see to it that every store and restaurant in the world plays non-biblical music constantly."
"This will jam their minds and break that union with Christ."
"Fill the coffee tables with magazines and newspapers."
"Pound their minds with the news 24 hours a day."
"Invade their driving moments with billboards."
"Flood their mailboxes with junk mail, mail order catalogs, sweepstakes, and every kind of newsletter and promotional offering free products, services and false hopes.."
"Keep skinny, beautiful models on the magazines and TV so their husbands will believe that outward beauty is what's important, and they'll become dissatisfied with their wives. "
"Keep the wives too tired to love their husbands at night."
"Give them headaches too! "
"If they don't give their husbands the love they need, they will begin to look elsewhere."
"That will fragment their families quickly!"
"Give them Santa Claus to distract them from teaching their children the real meaning of Christmas."
"Give them an Easter bunny so they won't talk about his resurrection and power over sin and death."
"Even in their recreation, let them be excessive."
"Have them return from their recreation exhausted."
"Keep them too busy to go out in nature and reflect on God's creation. Send them to amusement parks, sporting events, plays, concerts, and movies instead."
"Keep them busy, busy, busy!"
"And when they meet for spiritual fellowship, involve them in gossip and small talk so that they leave with troubled consciences."
"Crowd their lives with so many good causes they have no time to seek power from Jesus."
"Soon they will be working in their own strength, sacrificing their health and family for the good of the cause."
"It will work!"
"It will work!"
It was quite a plan!
The demons went eagerly to their assignments causing Christians everywhere to get busier and more rushed, going here and there.
Having little time for their God or their families and friends.
Having no time to tell others about the power of Jesus to change lives.
I guess the question is, has the devil been successful in his schemes?
You be the judge!!!!!
Does "BUSY" mean: B-eing U-nder S-atan's Y-oke?
Please pass this on, if you aren't too BUSY!
I don't think I know 10 people who would admit they love Jesus.
Do You Love Him?
http://jadibijak.blogspot.com/ Blog ini merupakan tempat saya berbagi artikel, cerita dan kisah yang dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca karena dengan membaca akan membuka cakrawala pikiran dan pandangan untuk menjadi bijak. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Memberkati!
Sepasang Sepatu
Seorang bapak tua hendak menaiki bus, pada saat ia menginjakkan kakinya ketangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh kejalan.
Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, sehingga si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua, "Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?".
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, "Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus. Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:
• Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.
• Saat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.
Kiri-kanan ! kiri-kanan !
• Tak pernah menuntut untuk berganti posisi, namun saling melengkapi.
Yang satu loncat, yang lain mengikuti.
• Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Satu naik tangga, pasangannya mengikuti
• Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
Si Anak muda masih penasaran.
"Tapi bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yang tinggi?".
Si Bapak tersenyum santai. "Ah, Anak muda ketahuilah, "HARTA Cuma TITIPAN. NYAWA Cuma PINJAMAN... TUHAN bisa mengambilnya sewaktu-waktu."
* Renungkanlah: Kehilangan tidak bisa pilih-pilih. Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
Musibah, Rejeki dan Berbuat Salah itu pasti kita alami.
Syukurnya bagi orang beriman diberikan cara menghadapinya.
Dapat Musibah supaya bersabar...
Dapat Rejeki Supaya Bersyukur……
Sementara itu pintu bus lalu tertutup dan bus langsung bergerak, sehingga si bapak tua tdk bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.
Dengan tenang si bapak tua itu melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkan nya keluar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu dan bertanya kepada si bapak tua, "Mengapa bapak melemparkan sepatu yg sebelah juga?".
Si bapak tua sambil tersenyum menjawab ringan, "Supaya siapapun yg menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya, itu sepatu baru dan bagus. Jangan sampai sepatuku kehilangan pasangannya.
Sepatu adalah pasangan terbaik, coba perhatikan saja:
• Bentuk pasangannya tak persis sama namun serasi.
• Saat dipakai berjalan gerakan bisa berbeda tapi tujuannya sama.
Kiri-kanan ! kiri-kanan !
• Tak pernah menuntut untuk berganti posisi, namun saling melengkapi.
Yang satu loncat, yang lain mengikuti.
• Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Satu naik tangga, pasangannya mengikuti
• Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
Si Anak muda masih penasaran.
"Tapi bapak koq tidak kelihatan susah kehilangan sesuatu walaupun sepatu mempunyai nilai yang tinggi?".
Si Bapak tersenyum santai. "Ah, Anak muda ketahuilah, "HARTA Cuma TITIPAN. NYAWA Cuma PINJAMAN... TUHAN bisa mengambilnya sewaktu-waktu."
* Renungkanlah: Kehilangan tidak bisa pilih-pilih. Bisa kehilangan SIAPA SAJA, APA SAJA dan KAPAN SAJA.
Musibah, Rejeki dan Berbuat Salah itu pasti kita alami.
Syukurnya bagi orang beriman diberikan cara menghadapinya.
Dapat Musibah supaya bersabar...
Dapat Rejeki Supaya Bersyukur……
Kebahagiaan
Good thing to be shared❤️
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.
"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."
"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada."
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."
KEBAHAGiAAN itu milik
"Orang-orang yang pandai
BERSYUKUR".
"JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI,
MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI...".
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.
"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."
"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada."
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."
KEBAHAGiAAN itu milik
"Orang-orang yang pandai
BERSYUKUR".
"JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI,
MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI...".
Pahlawan yang Pendiam
Amsal 13:6.
"Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya, tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa."
Boaz adalah petani yang kaya dan hidup di Betlehem. Saat dia mengetahui bahwa Saudaranya Naomi dan menantunya Ruth kembali ke Bethlehem, dia melakukan apa yang dia bisa untuk menolong mereka. Naomi masih bersaudara dengan Boaz. Mereka berdua adalah janda. Boaz mengijinkan Ruth untuk memungut gandum yang tercecer di ladang Boaz pada saat panen gandum. Boaz begitu baik sehingga bahkan diam-diam Boaz menyuruh pekerja-pekerjanya pura-pura mencecerkan banyak gandum agar Ruth dan Naomi mendapat lebih banyak. Setelah beberapa waktu, akhirnya Boaz dan Ruth menikah.
Seorang Pahlawan Allah dapat diandalkan untuk melakukan apa yang benar dan berbuat baik bagi orang lain. Boaz tidak merencanakan untuk menjadi seorang pahlawan, dia hanya melakukan apa yang menurutnya benar. Dia juga tidak tahu bahwa suatu saat dia dan Ruth akan menjadi nenek moyang Raja Daud dan Yesus.
Allah dapat menggunakan kebaikan kita yang kecil menjadi hal yang besar bagi pekerjaan NYA.
Mintalah Allah untuk menolong Anda membuat pilihan serta keputusan yang benar dan melakukan hal yang benar.
"Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya, tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa."
Boaz adalah petani yang kaya dan hidup di Betlehem. Saat dia mengetahui bahwa Saudaranya Naomi dan menantunya Ruth kembali ke Bethlehem, dia melakukan apa yang dia bisa untuk menolong mereka. Naomi masih bersaudara dengan Boaz. Mereka berdua adalah janda. Boaz mengijinkan Ruth untuk memungut gandum yang tercecer di ladang Boaz pada saat panen gandum. Boaz begitu baik sehingga bahkan diam-diam Boaz menyuruh pekerja-pekerjanya pura-pura mencecerkan banyak gandum agar Ruth dan Naomi mendapat lebih banyak. Setelah beberapa waktu, akhirnya Boaz dan Ruth menikah.
Seorang Pahlawan Allah dapat diandalkan untuk melakukan apa yang benar dan berbuat baik bagi orang lain. Boaz tidak merencanakan untuk menjadi seorang pahlawan, dia hanya melakukan apa yang menurutnya benar. Dia juga tidak tahu bahwa suatu saat dia dan Ruth akan menjadi nenek moyang Raja Daud dan Yesus.
Allah dapat menggunakan kebaikan kita yang kecil menjadi hal yang besar bagi pekerjaan NYA.
Mintalah Allah untuk menolong Anda membuat pilihan serta keputusan yang benar dan melakukan hal yang benar.
Matius 19:16-22
Ayat ini menceritakan kisah seorang anak muda.
Kualitas yang dimiliki oleh anak muda ini memberikan gambaran bagaimana orang tuanya telah mendidiknya dan menanamkan nilai dalam kehidupannya.
Pendidikan apa saja yang telah orang tuanya ajarkan kepada anak muda ini ?
1. Ayat 16
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini tertarik dengan hal-hal keagamaan (tentang hidup kekal).
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tuanya telah berhasil mengajarkan tentang pendidikan agama (hal-hal kerohanian).
2. Ayat 18-20
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini telah berhasil menjalankan nilai-nilai moralitas & etika dalam hidupnya.
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tunya telah berhasil mengajarkan pendidikan nilai-nilai moral & etika.
3. Ayat 22.
"..................... sebab banyak hartanya."
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini adalah orang yang berhasil dalam karir dan financial (kaya dan memiliki harta yang banyak).
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tuanya telah berhasil mengajarkan pendidikan ilmu pengetahuan (akademis) dan skill kepada anak ini sehingga anak ini yang sukses secara finansial dan karir.
Tapi ada satu hal yang terpenting yang tidak dimiliki oleh anak muda ini, yaitu :
Ayat 20-22:
Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Ternyata anak muda ini tidak memiliki hati yang mengasihi Tuhan lebih dari segala-galanya. Ia sulit menempatkan Tuhan di atas harta yang ia miliki.
Orang tuanya GAGAL mendidik anak muda ini menjadi seorang yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.
Nah, sebagai homeschooling parents, dalam membangun masa depan anak, salah satu hal penting yang tidak boleh terlupakan dalam kita mengajar anak-anak kita adalah mengajar mereka untuk dapat memiliki "hati yang mengasihi Allah lebih dari segalanya".
Inilah pendidikan yang mendasar yang perlu diajarkan kepada anak-anak kita...MENGASIHI TUHAN YESUS LEBIH DARI SEGALANYA.
Ayat ini menceritakan kisah seorang anak muda.
Kualitas yang dimiliki oleh anak muda ini memberikan gambaran bagaimana orang tuanya telah mendidiknya dan menanamkan nilai dalam kehidupannya.
Pendidikan apa saja yang telah orang tuanya ajarkan kepada anak muda ini ?
1. Ayat 16
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini tertarik dengan hal-hal keagamaan (tentang hidup kekal).
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tuanya telah berhasil mengajarkan tentang pendidikan agama (hal-hal kerohanian).
2. Ayat 18-20
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini telah berhasil menjalankan nilai-nilai moralitas & etika dalam hidupnya.
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tunya telah berhasil mengajarkan pendidikan nilai-nilai moral & etika.
3. Ayat 22.
"..................... sebab banyak hartanya."
Ayat ini menyatakan bahwa anak muda ini adalah orang yang berhasil dalam karir dan financial (kaya dan memiliki harta yang banyak).
Hal ini dapat berbicara bahwa orang tuanya telah berhasil mengajarkan pendidikan ilmu pengetahuan (akademis) dan skill kepada anak ini sehingga anak ini yang sukses secara finansial dan karir.
Tapi ada satu hal yang terpenting yang tidak dimiliki oleh anak muda ini, yaitu :
Ayat 20-22:
Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Ternyata anak muda ini tidak memiliki hati yang mengasihi Tuhan lebih dari segala-galanya. Ia sulit menempatkan Tuhan di atas harta yang ia miliki.
Orang tuanya GAGAL mendidik anak muda ini menjadi seorang yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.
Nah, sebagai homeschooling parents, dalam membangun masa depan anak, salah satu hal penting yang tidak boleh terlupakan dalam kita mengajar anak-anak kita adalah mengajar mereka untuk dapat memiliki "hati yang mengasihi Allah lebih dari segalanya".
Inilah pendidikan yang mendasar yang perlu diajarkan kepada anak-anak kita...MENGASIHI TUHAN YESUS LEBIH DARI SEGALANYA.
Aku Mau Jadi Orang Yang Bertepuk Tangan di Tepi Jalan
"IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN."
(Sangat Menginspirasi, Sempatkan baca dan share)
Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: "Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang". Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: "Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu".
Saya bercanda pada anakku, "Suatu saat kamu akan jadi pahlawan". Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab "Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."
"IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN."
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…
(Sangat Menginspirasi, Sempatkan baca dan share)
Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: "Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang". Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: "Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu".
Saya bercanda pada anakku, "Suatu saat kamu akan jadi pahlawan". Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba2 menjawab "Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."
"IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN."
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…
Langganan:
Postingan (Atom)