Hakim2 11:1-11:
Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead (Hakim2 11:1).
Pada 1910-an, ada seorg anak yg berasal dari keluarga sangat miskin di New Orleans. Kakeknya seorang budak kulit hitam. Ayahnya menikah lagi
dengan perempuan lain. Sedangkan ibunya menjadi
pelacur untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Anak itu dikeluarkan dari sekolah pada usia 11 karena membawa senjata api. Ia ditahan di tempat tahanan utk anak2 berkulit hitam. Di tempat itu ia mendapatkan pendidikan yg penuh disiplin dan belajar meniup cornet (sejenis terompet).
Setelah ia besar, ia menjadi salah satu pemain jazz ternama, dengan
salah satu lagunya yang terkenal berjudul What a Wonderful World.
Louis Armstrong, seorang peniup terompet dan penyanyi jazz, tidak pernah bisa lupa pada masa lalunya. Namun ia tdk membiarkan masa lalu yg kelam tsb melumpuhkannya. Sebaliknya ia menganggap masa lalunya sbg sumber inspirasi. "Setiap kali saya memejamkan mata dan meniup terompet, saya mengenang New Orleans. Tempat itu telah memberi saya sesuatu yg sangat penting bagi kehidupan."
Yefta pun merupakan anak seorg pelacur yg bahkan tdk disebutkan namanya. Yefta diusir dari rumahnya karena ia bukan anak kandung ayahnya. Ia bahkan terpaksa mencari nafkah dgn menjadi perampok. Namun ketika bani Amon berperang melawan Israel, para tua-tua menjemput Yefta untuk menolong mereka. Yefta dapat saja berkubang dalam ingatan pahit masa lalu dan menolak permintaan mereka. Namun Yefta memilih utk tdk terbelenggu dengan masa lalu. Ia maju menolong kaumnya yg dahulu pernah mengusirnya. Bagaimana dgn Anda? Apakah Anda memiliki masa lalu yg kelam? Mari berdamai dgn masa lalu Anda sambil meminta kekuatan dari Allah agar Anda dapat berkarya dengan bebas mulai saat ini.
"Masa lalu tidak dapat menyakiti Anda lagi kecuali jika Anda
membiarkannya" —Alan Moore
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tidak ada komentar:
Posting Komentar